Antara Hilang dan Kurang Beretika

Tindake manungsa saya kuciwa artinya “Ulah manusia semakin tercela”. Itulah salah satu dari sekian ratus ramalan Raja Jayabaya (Kerajaan Kediri) yang mulai (terlihat) terbukti. Aku menulis tentang hal ini karena aku sendiri heran, Negara Indonesia dengan citra diri sebagai bangsa yang terkenal akan toleransi, santun dan ramah (beretika), sekarang mengapa sebagian generasi muda Indonesia mulai kehilangan etika dan sopan santunnya ? Apakah mungkin dari faktor perkembangan teknologi informasi yang semakin deras yang tak dapat dibendung yang sebagian orang konsumsi tanpa memperhitungkan seleksi ? Atau ada faktor lain ? semisal Dajal sudah ada dan mulai melancarkan serangannya ? hmm Entahlah. Yang jelas aku amati sekarang, memang derasnya arus informasi menjadi faktor dominan yang besar pengaruhnya. Semisal tayangan-tayangan televisi yang kurang mendidik. Kaya sinetron Ganteng-Ganteng Informatika Serigala :D.

Tadi malam waktu iseng-iseng lihat pencarian di instagram, aku menemukan foto yang rada kontras. Sakin penasarannya aku iseng lihat. Dan ternyata foto anak yang kayanya udah nyelesein UN berpesta coret-coret baju hitam putihnya.

12918600_981985641887241_313050296_n(1)
Anak SMA yang berpose setelah membatik baju mereka dengan pilox

Yang terpikirkan saat itu, apakah benar ini anak indonesia ? Jikalau ini merupakan salah satu bagian dari kretivitas. Apakah kreativitas harus memakai media seragam sekolah ? ditambah lagi di sobek-sobek kaya gitu ? Ah, Sudahlah naluri manusia memang ingin diperhatikan.

Apa pendapatmu ? Silakan berkomentar.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s